dokter cinta just unload

Cinta yang terampas

12.03.00Unknown

Ralat, Cinta yang dirampok

image from pixabay

Fikiran seperti apa yang meralat judul artikel yang ditulisnya sendiri. Coba kamu perhatikan, kata-kata ini "cinta yang dirampok" ... brain twisted? or even no brainer?
ga ngerti khan dengan judul itu? ... tak apa, lanjutkan saja menyimak paragraf berikutnya ya...

Aku berharap kamu membaca tulisan ini, semoga tidak sedang sakit, ataupun sedang bergadang tanpa tujuan di tempat yang tidak semestinya dijadikan sebagai tempat berdiam diri hingga matahari kembali terbit. Kalau kamu berfikir tak ada cinta di kesunyian, maka sebaiknya difikirkan lagi.


Artikel kali ini adalah kesia-siaan, karena isinya adalah rasa khawatir, bersalah dan menimpakan tanggung jawab perasaan pada individu lain. 

Kata -rampok- lazim digunakan bila tersangka berhadapan dengan korban. Kata maling digunakan bila korban tidak mengetahui telah menjadi korban. Dan kamu adalah keduanya. Kali ini adalah ketenangan, dan cinta diri-ku yang kamu gondol dan bawa kabur entah kemana.

Sudah makan belum malam ini?

Pertanyaan sederhana yang sukses membuatku riang semangat.. ketika sebelumnya aku berhasil membuatmu pergi, dengan satu alasan, aku ingin diriku disini bersamaku malam ini. Aku ingin cintaku disini.

Ayal, taktik itu gagal. Setelah alam bawah sadarku terus memproses informasi yang pernah nyangkut dalam beberapa kali perbincangan kita, dan menemukan lompatan logika maupun anomali proses, yang membuat ketenanganku hilang sudah. Tanpa, ketenangan, cinta bagaikan binatang liar yang senang menjelajah, mengamuk tanpa visi, dan pergi entah kemana bersama siapa, mungkinkah bersama engkau (atau kamu) wahai perampok?

Berikut adalah pertanyaanku untukmu:

1. Apa yang kamu katakan, benar jujur atau benar bohong? 
    Aku tidak menuduhmu sungguh bohong, pasti ada kebenaran yang ingin kamu katakan, tapi bumbunya untuk apa? atau polosan tanpa bumbu?
Semoga kamu berdusta, sebab bila tidak, maka aku benar untuk merasa khawatir. Alangkah buruknya membiarkan seseorang menderita sedang aku berkemampuan menolong, setidaknya ini khan soal cinta, bukan uang. Sedihnya, sekarang aku hampir kehilangan keduanya, ... karena kamu! ... atau bukan?

2. Bila kamu berdusta, maka rasa khawatir dan bersalah ini biarlah menjadi balasan untukku karena belum berupaya maksimal mengenalmu. Tapi bila kamu setengah berdusta, maka kembalikan cintaku, dan biarkan aku menyerahkannya padamu dengan cara yang baik, dengan tujuan yang baik. Kamu boleh memillikinya, bila menurutmu itu berharga untukmu.

3. Jangan mengambil keputusan bodoh, jangan menyakiti dirimu sendiri.
Dari demikian banyak kualitas cinta, maka self sabotage, dan menikmati penderitaan diri sendiri adalah kualitas cinta terburuk. Jangan pilih itu. Atau mereka yang bisa dan sudah menolongmu akan kecewa, bersedih, dan kerepotan. Bangunlah.

4. Di titik ini, aku sudah berasumsi bahwa kamu berkata bohong dengan tujuan yang baik. Bila memang transparansi belum bisa kamu aplikasikan, setidaknya persiapkan rencana cadangan. Apa kamu mengerti? Yaitu bila rencanamu membohongiku gagal, maka apa rencanamu selanjutnya? dan rencana cadangan ini harus mematuhi prinsip no.3 di atas. Dan ini adalah atas nama cinta.

5. Kalau memang ada sesuatu yang mengancam keselamatanmu, dan itu bukan soal uang, maka kenapa dirahasiakan? kamu membuatku khawatir, aku mencarimu kemana-mana. Stop being fool. Kalau tidak mampu menangani sendiri, artinya kamu butuh bantuan. Dan yang perlu kamu lakukan bukanlah meminta, karena itu tidaklah perlu, apakah menerima "cinta yang jelas" demikian sulit. Hilangkan agenda tersembunyi itu, tak perlu lah semua itu. 

6. Sandalmu ketinggalan nih... kalau-kalau kamu lupa yang mana, sandal itu bertuliskan "JOGER JELEK" 








You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

English German French Arabic Chinese Simplified We use cookies to improve your experience. By your continued use of this site you accept such use. Thank You.