just unload negative feeling

untuk apa menunggu?

02.12.00Unknown

Mengapa begitu percaya dengan rasa..

image from pixabay

Cinta, engkau dimana? 
kemudian aku melihat engkau memeluk dia.. temen sih, tapi kok dipeluk.. baiklah pelukan persahabatan itu memang biasa. Tapi aku cemburu. Dan aku tidak berniat untuk melakukan hal yang sama terhadapmu, sebab aku akan menjaga rasa itu, sepertinya tidak perlu provokasi, masalah yang sudah ada juga belum kelar...


Tapi baiklah, aku akan tetap berusaha. Bagaikan ksatria hitam memasuki medan peperangan, aku mengendap, mengintip, lalu menyusun strategi pertempuran.
Ah rupanya sudah banyak yang mengendap juga didepan, sial! aku keduluan..
Sebaiknya kutembaki mereka dari belakang.. tapi.. itu terlalu memalukan.. baiklah mari lihat saja dulu sepak terjang mereka..  siapa tahu aku bisa menemukan strategi yang lebih matang.. setelah melihat kegagalan mereka ketika berusaha menyentuh hatimu...

Dilalahnya, aku keduluan.. salah satu dari mereka berhasil menaklukan kerasnya prinsipmu.. tapi tunggu, dia tidak menaklukan engkau rupanya.. hanya saja mengikuti perintahmu.. 

ah... begitu...  apakah engkau memang begitu? atau karena sang pria idaman yang engkau suka begitu memujamu bagaikan seorang yang kehilangan harga diri? tidak bolehkah seseorang prajurit cinta tetap punya harga diri? yang juga menerima balasan cinta penuh pemahaman yang mengikat hati si prajurit cinta selamanya? ... bila engkau tidak begitu, mengapa aku harus menunggu.. 

kenapa engkau terdiam heh? .. hemm, engkau pasti menahan kemurkaan itu didalam.. atau engkau menahan tawa yang bahaknya bisa goncangkan dunia persilatan? aku tidak keberatan.. aku melihat kenyataan..  sang jendral yang kehilangan harga dirinya berhasil meraih engkau.. dia berhasil menghilang, dan menjadikan hanya ada engkau saja... aku tidak mau begitu.. aku tidak akan menunggumu lagi, ah cinta ini harus ditutup lagi..

Lagipula memang sih, diantara para jendral yang mendekat, apalah artinya seorang prajurit, hampir tak kasat mata untukmu.. 

Tak apa, harga diri seorang prajurit yang memperjuangkan cinta, sebanding dengan arti nyawanya, karena hanya pion yang dikorbankan.. nyawanya hanya satu, cintanya hanya satu.. dan tidak layak dibuat menunggu.. 

bye!

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

English German French Arabic Chinese Simplified We use cookies to improve your experience. By your continued use of this site you accept such use. Thank You.