featured just unload

Aku Memang Lengah

18.25.00Unknown

Kadang tidak ingat. Sampai ditegur.

image by pixabay
Ketika suatu saat mengingatmu. Kala itu aku sungguh gugup, masygul dan syahdu. Perbuatanku tidak menunjukkan bahwa aku mencintaimu, aku membalas cintamu dengan rasa takut kekurangan cinta, padahal cinta sudah jelas terlimpah. Aku telah lengah, dan sungguh mabuk terlena.

Penyesalan yang sering datang masihkah dapat disebut penyesalan?

Bila kesalahan yang sama terjadi lebih dari satu kali dengan pola yang mirip, dan tidak menjadi pelajaran maka masih berlakukah kata dan pengakuan "menyesal". Bilamana moment itu terjadi dan tidak bisa diulang lagi, apa yang akan terjadi kemudian. 

Pernahkah dirimu seperti kata-kataku di atas? bila ya, maka hal itu sungguh menyedihkan, mengetahui banyak dari kita yang melakukan kesalahan yang sama tidaklah menjadi sebuah kelegaan, itu malah lebih buruk.

Mengatakan bahwa diri sendiri memang banyak khilafnya, tidaklah menjadi pembenaran. Aku pernah juga ulas itu disini

Dia yang katanya kucintai itu, tidak pernah mempertanyakan cintanya padaku. Selama ini dia selalu memberi saja. Saat aku melakukan kesalahan, dan aku meminta maaf, maka dia memaafkan. Tidak berkurang cintanya saat aku dalam proses meminta maaf.

Suatu ketika, aku melakukan kesalahan dan dengan bebalnya tidak mau meminta maaf. Dia terasa menjauh. Sejenak aku merasa ada peringatan, bahwa harus ada perbaikan yang kulakukan. Aku harus melakukan rekonsiliasi, supaya dia memaafkan dan mau didekati lagi. Tapi tidak kulakukan.

Tahukah kamu, apa yang terjadi kemudian..

Dia tetap menolongku saat aku sedang dalam kesulitan. Dan pertolongan itu tidak aku minta. Secara tiba-tiba aku merasa sungguh buruk dan rendah. Seperti orang yang tidak mampu berfikir. 

Saat kemudian aku menuliskan artikel ini karena ingin membaginya dengan kamu, teman.. aku tidak merasa kehilangan cintanya, dan seperti mendapat maaf darinya. Hingga terfikir lagi, kenapa aku begitu keras kepala. Dengan begitu banyak cinta yang kuperoleh, tidakkah aku menjadi orang yang lebih baik, ... mengapa dengan cinta yang begitu banyak diterima, seseorang malah menjadi begitu 'X'.. 

Kamu pasti mengerti, bahwa 'X' mewakili kata-kata kurang baik, yang menunjukkan nilai negatif atas moralitas. Aku khawatir terlalu banyak limbah negatifitas bila banyak kata negatif, kamu terkontaminasi nanti, dan aku kembali menjadi tersangkanya.

Mengapa dengan cinta yang begitu berlimpah, seseorang bisa menjadi tidak seperti yang diharapkan? setelah didiskusikan dengan beberapa orang yang ada disekitarku, aku bisa menarik sejumput kesimpulan. 

Cinta yang tidak dialirkan dan hanya ditelan sendiri adalah penyebabnya. Cinta dan berbagai kebaikan, baik akibat dari cinta itu sendiri maupun bukan.. adalah sesuatu yang harus disebarkan, dialirkan dan diambil dampak positifnya secara komunal. Saat cinta itu diclaim sendirian, maka apa yang tumbuh dalam rasa diri malah kebalikannya.

Aku dan kamu, tidak bisa menjaga cinta sendirian. Komunitas untuk mengkatalisis cinta dan menjadi saluran untuk mencintai itu juga penting. Bahkan sangat penting.

Komunitas, lingkungan dan keadaan seperti apa yang bisa menerima cinta?... dan cinta seperti apa?

Setelah aku bisa tersenyum, aku pasti tahu jawabannya. 
Atau kamu sudah lebih dahulu tahu?

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

English German French Arabic Chinese Simplified We use cookies to improve your experience. By your continued use of this site you accept such use. Thank You.