begin again featured

Hi, apa kabar?

14.48.00Unknown

sini peluk dulu

image by pixabay
Mencuplik bahasa seorang sahabat karib..

"Mencintai seseorang bagaikan menginvestasikan separuh jiwa di tubuh orang lain, you can be happier or dropped dead."


Rasa yang menyelusup dengan perlahan menggiring persepsi tentang orang yang diinginkan. Begitu perlahan seperti siluman, tak terendus dan lalu mengetuk pintu tanpa diduga. 

Bermain dengan asumsi untuk menerka sejauh mana percintaan atau romansa itu dilakukan..

Padahal hanya bermain dengan fikiran sendiri. Seorang sahabat wanita, yang sebelumnya adalah seseorang yang mengisi hati, pernah berkata "if I believe it, then I will see it". 

Dorongan sang cinta yang membuat seseorang merekayasa harapan itu, membuatnya hidup dalam ruang imagi. Secara langsung, menggerakkan berbagai aspek diri untuk membuatnya turun ke alam realita. 

Tapi itu tidak selalu berhasil... biasanya kecewa... dan tidak ada orang lain untuk disalahkan, tersangkanya hanya si pelaku pembuat harapan itu, fikiran kita sendiri.

Semakin cepat tersadarkan semakin baik, supaya luka yang terbuat, tidak terlalu lama sembuhnya.

Perlu kebesaran jiwa untuk menerima kesalahan, dan perlu pengetahuan untuk mengkonversikan rasa pedih itu menjadi sebuah pelajaran untuk melangkah lagi.

Betapa menyakitkan saat kesetiaan hanya ada di satu sisi.. yang tersisa hanya nafas yang sesak dan rasa sedih yang menohok dada.

Dan menjadi sebuah celaan ketika rasa itu tidak mau tunduk pada akal sehat, rasa yang ngotot untuk dianggap valid sebagai sebuah kebenaran. Membutakan diri sendiri, karena apa? 

Teman yang berdiri di pinggiran memperhatikan penuh iba.. sesekali tangannya terjulur.. seraya mengatakan "teman, bangunlah, raih tanganku biarkan aku menolongmu"

Tak berguna... karena inti masalahnya hanya ada di dada si pelaku yang tenggelam dalam lautan harapan tak berdasar. 

Saat kekecewaan itu berakibat fatal... teman karib itu sudah melanjutkan perjalanannya... kata-kata terakhirnya hanyalah "suatu saat kamu akan mengerti, aku dulu pernah seperti itu."

Bila pengertian tidak lagi berdampak baik, maka yang bisa menolong hanya Sang Maha Kuasa, melalui ciptaannya yang tidak terkalahkan oleh manusia, 

"sang waktu".

#Jakarta, di malam yang begitu dingin dan sunyi.
#babygirl



You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

English German French Arabic Chinese Simplified We use cookies to improve your experience. By your continued use of this site you accept such use. Thank You.