dokter cinta featured

Ingus Cinta

10.24.00Unknown

Tipe cinta yang melelahkan


image by pixabay
Percintaan yang melelahkan disebabkan oleh faktor tidak sesuainya harapan dengan realisasi percintaan di lapangan. Baik sang pria maupun sang wanita sama-sama terkejut dikemudian hari dengan perkembangan romansa yang tidak pernah mereka bayangkan akan menjadi begitu. 


Titik yang berbahaya dalam romansa tercapai ketika kedua belah pihak 'sudah mengambil keputusan' bahwa mereka berdua sudah salah melangkah. Awalnya hanya ketidak-enakan maupun cek cok kecil-kecilan, lama-lama jadi banyak dan semakin besar. Kalau kecenderungan perbedaan yang selalu diingat biasanya akan menjadi bumerang dikemudian hari. Kemampuan let go dan forgive sangat krusial untuk menyeka bersih virus ingus cinta ini.

Pada umumnya manusia, adalah tidak menghendaki terlihatnya kekurangan dalam diri mereka. Khususnya dihadapan calon pasangan. Hal ini membuat semua ingus terkubur dalam kepala, dan baru nongol setelah kepala pusing memikirkan hal yang lain. Bila pujaan hati tidak lagi menjadi obsesi untuk dikejar, umumnya ingus-ingus ini bermunculan dengan tidak malu-malu lagi.

Kejujuran terhadap kekurangan (baca: kecenderungan kurang baik dalam diri sendiri) merupakan kunci untuk bisa let go atau menerima adanya si ingus, dan kemudian forgive atau memaafkan untuk bisa melepaskan ingus cinta ini, namun kok ya susah..

Naturalnya manusia untuk defend dan membela diri, sehingga koreksinya memang akan lebih mengena bila dimulai dari dalam, keinginan untuk menampilkan sisi terbaik diri, dan untuk diri sendiri akan menjadi solusi mujarab yang tidak mudah atas problema ini.

Pasangan yang mengerti dengan kronologi romansa mereka, akan bisa melihat daftar ingus pasangannya, dan mendorong kebijaksanaan dari dalam diri pasangan mereka untuk mengambil kendali. Tidak disuruh, tapi dikatalisis agar pasangan membenahi diri mereka sendiri, untuk kebaikan mereka sendiri. Disini, sang pria maupun sang wanita sebaiknya mempersiapkan diri untuk menerima ingus cinta mereka, tapi seka dan tarik sendiri ingusnya, jangan suruh pasangan untuk membersihkan. Ini sungguh jorok bila terjadi.

Setiap diri para pecinta, tentu sadar dengan ingusnya sendiri, yang terbaik adalah memperbaikinya, seraya membantu terbukanya jalan bagi pasangan untuk memperbaiki diri mereka. Ini adalah level setelah menerima kekurangan pasangan dan memaafkan (memaklumi adanya) kekurangan pasangan.

Tercapainya pemakluman atas diri pasangan, dan mendorong pasangan untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, bukan saja tidak mudah tapi juga teoritis. Artinya, kurang realistis, butuh kekuatan untuk membuatnya wujud. Namun opsi ini tetap terbuka bila kamu ingin mencoba mempertahankan percintaan kamu, terlebih bila motif dedikasinya adalah si kecil. 

Ataukah lebih memilih "tinggalkan saja dia" mulailah lagi dari awal, dengan kemungkinan menghadapi hal yang sama? akar itu penting, kalau akarnya bagus, besar harapan sang pohon tumbuh tinggi, kuat sehat dan berbuah bagi sekitarnya. Jangan sampai akarnya yang harus dicabut karena sudah tidak bisa lagi diperjuangkan, dan ini, sekali lagi adalah tentang bagaimana kita cenderung mengabaikan diri sendiri dengan ingus yang disembunyikan. 

Membiarkan diri tidak menjadi orang yang lebih baik, artinya tidak menyayangi diri sendiri. Jangan sayangi orang seperti itu, tapi bila sudah terlanjur sayang, maka berjuanglah, pastikan kamu sanggup hadapi dan olah rasa lelahnya. Bilapun kamu gagal, maka yakinlah, kamu jelas lebih baik dari dia. Dan yang lebih baik untukmu yang akan mendekat dan memperjuangkan kamu. Paragraf ini adalah safe valve, yaitu katup untuk membuang tekanan berlebih, bila merasa penuh, ingatlah paragraf ini, dan lipatgandakan kekuatanmu. 

Selamat Berjuang.


You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

English German French Arabic Chinese Simplified We use cookies to improve your experience. By your continued use of this site you accept such use. Thank You.