featured i love you that much

Lelaki Yang Kerdil

10.45.00ganjar purwantara

tak bisa lagi mengelak

image by pixabay


hi...

Apakah pernikahanmu lancar?

Kutuliskan cerita kita disini, hanya sedikit saja, semoga engkau tak keberatan.

Dear Ami..

Tubuhmu masihkah kurus.. atau semakin kurus karena sibuk menyiapkan hari besarmu.

Aku ingin sekali datang, aku ingin melihatmu, tapi pasti akan sangat menderita disana.. membayangkan engkau bersama dia saja sudah membuatku lemas..

Engkau tahu.. betapa menyakitkan menanggung rindu ini..

Engkau tahu.. betapa menderita menahan rasa cemburu ini..

Engkau tahu.. betapa beratnya menanggung rasa malu karena ternyata telah menghalangi percintaan kalian..

Tapi aku memuji kebijaksanaanmu.. kalau saja engkau katakan bahwa engkau sudah memiliki kekasih, tentu rasa indah ini takkan sempat kurasakan.. 

Aku ingin menyalahkan tuhan, tapi takut.. jangan-jangan penderitaan ini karena perbuatanku sendiri.. karena pernah menyakiti seorang wanita dahulu..

Engkau pasti tidak tahu.. aku menuliskan semua percakapan sms kita.. kuberi tanggal.. kujadikan jurnal.. untuk dinikmati kembali menjelang fajar menyingsing..

Betapa menyenangkan berbincang denganmu menatap bintang.. ditemani secangkir lemon tea hangat buatanmu..

Andaikan kekasihmu bertugas lebih lama, tentu akan lebih sering kurasakan momen indah itu..

Saat senggang, aku sengaja mengunjungi ibu kost tempatmu dulu singgah, kusogok dengan blackforest.. agar kubisa berlama-lama di tempat kita dulu berbincang..

Lemon teanya sengaja aku buat dua.. supaya lebih terasa seakan engkau masih berada disitu.. walaupun akhirnya kuhabiskan keduanya..

Rasanya pilu mi.. perutku kram.. kakiku lemas.. kalau bukan karena sapaan riang penagih cicilan, aku takkan sanggup bekerja.. 

aku ingin tidur.. dan bermimpi jumpa denganmu.. dan aku ingin mimpi itu tak berakhir..

ada sahabat-sahabatku yang datang berkunjung sekedar diam dan beraktifitas sendiri-sendiri.. mereka tak menanyakan apapun.. tapi kurasakan, bahwa mereka disini untuk menghiburku.. Atau mungkin menjagaku agar tidak melakukan hal bodoh..

Bersama mereka, aku sempatkan naik lagi ke Citiis.. saat yang lain sibuk menyiapkan tenda dan mencari kayu bakar.. aku sempatkan menyelinap.. untuk melemparkan jauh-jauh cincin itu..

tadinya akan kuberikan padamu.. 

...

Tapi aku tak sanggup..


Seperti mimpi.. mati rasa..


Hari ini, 23 Maret.. 2015

Catatan si lelaki kerdil...

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

English German French Arabic Chinese Simplified We use cookies to improve your experience. By your continued use of this site you accept such use. Thank You.