first love om

Perbincangan ringan

15.51.00Unknown

masih melayang

image by pixabay
Malam ini, teringat daku padamu, bayangmu hadir, disisi menemaniku, seandainya kumampu, kau akan kubawa serta disisiku... selamanya..


Aristoteles pernah mengatakan "Love is composed of a single soul inhabiting two bodies." disederhanakan menjadi "cinta itu perpaduan dari satu jiwa yang hidup dalam dua tubuh. Jadi sepertinya pemahaman aku soal cinta seperti tertulis sebelumnya di post ini, kurang tepat,

Bersama seorang sahabat wanita, aku pernah mencari tahu, menyelidiki, apakah google punya jawaban atas pencarian jodoh seseorang... Banyak sih opsi jawaban yang muncul.. :D 

Mulai dari horoskop, perhitungan weton dan tanggal lahir, hingga biro perjodohan yang semarak menampilkan foto-foto memikat.

Dan ada lagi, menelusuri dunia aplikasi android ternyata membuka berbagai opsi chat atau perbincangan yang beragam. Ada banyak aplikasi android yang memudahkan seseorang untuk melebarkan sayap pertemanan, yang sangat mungkin menjadi jalan perjodohan. Salah seorang teman sudah membuktikan itu. Dia menemukan pasangannya melalui sebuah aplikasi chatting.

Bagaimana dengan kamu?

Menelusuri jiwa sendiri untuk mencari belahannya yang entah dimana, jelas bukan sesuatu yang sembarangan, bukan hanya tidak mudah, tapi juga teoritis. Aku tak bisa menjangkaunya. Aku bukan ahli spiritual, bukan meditator apalagi dukun.

Tapi merujuk pada pendapat atau definisi cinta menurut Aristoteles di atas, bisa disimpulkan sesuatu yang sederhana. Yaitu pemahaman atas diri sendiri akan membuat kita lebih mengenal jiwa kita. Dan memudahkan untuk melihat atau mencari padanannya. 

Mencatat sisi lebih dan kurang dalam diri sendiri, dan mengharapkan pasangan punya kelebihan untuk mengisi kekurangan kita. Sepintas ide ini ideal, karena mungkin bila bersama maka pasangan tersebut menjadi satu pribadi yang utuh dan tangguh. Namun bagaimana dengan sisi kompatibilitas.. dengan teori tersebut bisa di ambil simpulan kasar: yaitu perbedaan yang menonjol antara si A dan si B yang merupakan pasangan ideal (saling melengkapi)

Sangat boleh jadi, preferensi si A dan si B pun akan berbeda. Apa bisa berjalan bersama? karena teori tidak selalu sejalan dengan kenyataan, seperti di ilustrasikan di post yang ini. Jadi apa kunci perekatnya?

Teman di sebelah mengatakan kunci perekatnya adalah anak, buah cinta pasangan tersebut. Tapi khan kita belum sampai ke situ, disini masih membicarakan upaya yang merupakan proses pencarian atas pasangan hidup. Untuk sementara pendapat itu harus dipending.

Bisakah seseorang mendapatkan jodohnya karena berterima kasih? aku tidak mencintaimu, tapi aku akan belajar mencintaimu, karena kamu sudah menolong nyawaku, misalnya.

Atau bisakah seseorang mendapatkan jodohnya karena tekad yang kuat? aku mah ga peduli, pokoknya kamu jodohku, ga ada orang lain, misalnya.

Lalu, bisakah seseorang mendapatkan jodohnya karena dijodohkan, bukan atas pilihannya sendiri, seperti diulas di post ini ? 

Mungkinkah seseorang mendapatkan jodohnya karena mengesampingkan faktor perasaan dan murni menggunakan logika sederhana. 

     "Kamu mau kawin sama aku?" pemuda sekonyong-konyong ngehit pemudi yang tidak dikenal.
     "Mau.." pemudi itu tidak menolak ajakan si pemuda.
     "Okelah kalau begitu" dan mereka langsung merencanakan pernikahan.

misalnya.

Takdir itu membawa misinya sendiri, kadang jodoh ditemukan tanpa sengaja, atau orang yang tidak terduga. Yang jelas, prosesnya mesti dengan suka hati dilalui, mungkinkah jodoh itu sebenarnya dekat, tapi tidak kamu sadari?

#Jakarta, #livelove
#obbilmesi




You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

English German French Arabic Chinese Simplified We use cookies to improve your experience. By your continued use of this site you accept such use. Thank You.