featured just unload

Saat Cinta harus dipilih

10.55.00ganjar purwantara

image by pixabay

Minggu, satu maret 2015, gua balik ke bandung mau nengok nyokap, juga nengok keponakan yang lagi lucu-lucunya. Cuma ngeliat aja rasanya gua udah seneng banget, keponakan yang sering bikin kangen dan nyesel inget dia nangis kalau gua kurang sabar saat dia sulit dilarang. Cinta deh gua ama kalian.


Hey maaf bukan tentang keponakan sih sebenarnya yang ingin gua bagi disini, oh iya, selamat bergabung buat May. Seorang wanita muda, dewasa, kreatif dan ... are you single? heheh....

Halah, gua mau cerita bahwa di bandung kemarin sempat ketemu dengan beberapa orang teman badung yang diluar dugaan ternyata punya sedikit perspektif berbeda.

Sebutlah si Y salah seorang diantara mereka, teman gua yang juga lulusan PTN terkenal di bandung, yang sekarang sukses sebagai pegawai negeri di badan usaha milik negara yang bergengsi, sejak BUMN tersebut ngurusin budget dan sebagainya yang sepertinya 'basah' banget, buat kita yang awam mikirnya bakalan begitu.

Doi, si Y ini cerita bahwa dia diusianya yang lanjut (sengaja dibikin hiperbola biar dia upset kalau baca tulisan ini wkwkwk) dia belum juga mantap buat menentukan pendamping hidupnya. Bukannya ga ada, karena dia selama ini menjalin hubungan yang seluruhnya baik, ter-manage dengan rapi dan harmonis dengan tiga orang wanita sekaligus. Dan menurut penilaian gua yang sederhana ini, ketiganya highly attractive and  bright women. Ketiganya cantik, berpenampilan menarik dengan berbagai warna mereka masing-masing, dan juga cerdas. Mungkin karena si Y ini juga orangnya cerdas sih, jadinya dapetnya juga cewek yang cerdas dan oke punya.

So Broer, udah aja comot satu, kan elu toh sayang ama semuanya, atau mau nikahin tiga-tiganya? gua nanya dengan becanda yang sangat serius, betulan becanda maksudnya. Dan jawaban dia diluar dugaan gua.

"gua belum nemu alasan buat nikahin mereka brur"

"wah.. free thinker sih boleh, tapi masak seperti itu jawabannya. Gua jujurnya ga ngerti nih cuy"

Diskusi secara tak sengaja dimulai dan mengalir deras, wajah kami semakin penuh kerutan, kerutan umur, bekas cacar dan jerawat, ditambah hantaran konsentrasi tinggi di otak.

Cinta menurut teman gua ini, bukanlah alasan untuk menikahi seseorang, dan bila ditanyakan kenapa dulu mau pacaran sama mereka, dia menjawab bahwa dia perlu kenal dulu dan proses perkenalan itu menyeret dia untuk jadi pacar mereka.

Gua mah terus-terang we, ga percaya jawaban begitu. Pastinya juga dulu itu dia ada rasa suka makanya mau deketin, ataupun mau dideketin, biarpun alasan awalnya cuma temenan, karena juntrungannya kan dilanjutin, kalau ga ada rasa mestinya juga di-cut aja secukupnya. iya kan?

Tapi enggak juga katanya, kalau ga dilayanin atau di-cut dengan kasar atau mengada-ngada ntarnya hubungan bakal jadi jelek, dan dia ga mau ada hubungan yang ga enak, karena ama semua mantannya juga dia masih menjaga hubungan baik ampe sekarang. Waw. Mister nice guy.

Buat ngambil keputusan, dia bilang, dia perlu alasan yang sangat kuat dan mendasar, yang karena alasan itu dia harus memiliki seseorang (atau memilih seseorang). Sehingga ketika nanti rasa cinta dan sayang itu turun ato hilang sama sekali karena satu dan lain hal (kita ga tau tingkat setia pasangan kan), dan anak udah banyak (kalo dikasih anak) dia akan bisa bertahan, dan ga bakal ninggalin ibu dari anak-anaknya.

Kayaknya dia ga garis bawahin soal setia sih, dia garis bawahi soal fisik yang bakal berubah setelah wanita melahirkan dan seterusnya, dimana biasanya wanita sulit menjaga bentuknya tetap indah setelah sibuk ngurus anak, dan dia mengakui bahwa fisik itu prioritasnya cukup tinggi buat menjalankan tugas sebagai suami ntar (haduh). Dan saat istrinya ntar udah ga seseksi sekarang, dia ga mau sampai pergi atau beralih ke wanita lain.

Karenanya cinta yang dia punya cenderung sama buat semua pacarnya itu, yang sedang dicarinya adalah alasan untuk memilih seseorang, yang karena alasan itu dia merasa harus memiliki, atau ... yang karena alasan itu dia merasa tidak sanggup buat kehilangan seseorang. Jadi mungkin lebih ke sifat, atau kepribadian.

Hal yang kompleks tidak selalu buruk, dan yang simple juga ga selamanya tepat. Ada saat dimana problema kompleksitas ini perlu ditelaah dengan sabar sampai ketemu titik solusinya. Pembicaraan di atas ga kelar.. keburu adzan subuh. Biar badung juga ibadah mah tetep penting, gila juga kan ada kadar amannya. hehe.

Peacee maan...


You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

English German French Arabic Chinese Simplified We use cookies to improve your experience. By your continued use of this site you accept such use. Thank You.