begin again om

Saatnya berjalan kembali

14.28.00Unknown

teman, aku mohon dimaafkan

image by ryanmcguire[dot]com
Setelah berjalan ditepi pantai, menyaksikan keindahan alam Ancol, terbersit sebuah angan yang tampak begitu jelas. 
"This is the time, yep, sekarang waktunya untuk kembali berjalan, bekerja, menikmati hidup"
Apapun motifnya, dalam berbagai konteks, seseorang bisa sampai pada keputusan untuk merasa cukup atas sesuatu, dan memulai yang baru, atau menyelesaikan yang tertunda, singkatnya untuk kembali pada jalan protokol, the big course, highway.


Kemarin dalam keadaan demam, mencoba memberikan doa-doa pada teman yang sakit, entah sugesti ataukah memang terjadi, yaitu bahwa kok sakitnya menular.

"ah, aku juga khan sakit"
"sekarang aku makin parah nih"

Monolog di dalam kepala kembali nyaring. Berbantahan, bersahutan. Aku sih, menyimak saja dulu. Tapi dari apa yang mereka bicarakan, boleh diambil garis besarnya, yaitu, sebuah kejujuran hati, betapa tidak selalu kebaikan berujung kebaikan, bila ilmunya tidak memadai, atau tidak konsisten dalam dosis pengobatan, ataupun masih ada pamrih dalam upaya tersebut.

Tersenyum dan merasa lega, kali ini, ingusku kutarik habis masuk lagi dalam kepala. Habis, mau bagaimana lagi, memang belum bisa disembuhkan, ya sudah, minimal disembunyikan. Teman, aku yakin kalian adalah orang-orang yang lebih baik dari aku.

Kakiku melangkah ringan, menyadari ada sedikit kesadaran, atas kesalahan yang telah terjadi, dan sepanjang jalan menuju busway, aku terus mengolah, dan mengoreksi ke dalam, perbaikan apa yang mesti terjadi sebagai pelajaran dari sebagian perjalanan ini.

Setibanya di halte, aku sudah menyimpulkan banyak hal, tapi masih belum komprehensif, jalur-jalurnya acak-acakan, simpul besarnya belum ditemukan. Namun satu benang yang sangat besar yang kupikir menjadi dalang gagalnya misi bulan kemarin, yaitu lemahnya diagnosa permasalahan percintaan si pasien, sehingga sakitnya tidak reda, dan diperburuk dengan dosis pengobatan yang tidak sesuai aturan. 

Teman, tampaknya ada hubungan atas segala sesuatu, memang aku belum benar-benar kuasai tentang itu, baru bayangannya saja. Tapi aku yakin, bila terus berfikir, dan menelaah, someday i will reach that point.

"Ooh, begitu... " pengen deh bilang begitu, tapi belum terjadi.

Tetaplah berenang wahai penyu, selama belum mati, asinnya air laut takkan mengasinkan kita, kita hanya akan terpengaruh keadaan bila berhenti berusaha mengerti dan semata berjalan begitu saja. Toh waktu terus berjalan, bila pun pengertian itu tidak sampai diperoleh, maka para penduduk langit disana menyaksikan, bahwa ada kok usaha perbaikan yang kita lakukan.

Teman, aku mohon dimaafkan, aku sedang berbicara pada diriku sendiri.

#Jakarta #livelove 
#obbilmesi

You Might Also Like

1 komentar

Popular Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

English German French Arabic Chinese Simplified We use cookies to improve your experience. By your continued use of this site you accept such use. Thank You.