featured old memories

Titipan Cinta

06.07.00Unknown


image by pixabay


Di suatu dini hari, dimeja belajarmu yang penuh kertas berisi coretan dan makian.. sisa perjuanganmu tadi malam...

lalu terlintas...

...


Seorang sahabat yang energik dan amat kreatif mengatakan "kenal, jadi kenalan, jadi temenan, lalu jadi pacaran, lantas udahan kemudian jadi ga kenal lagi"

Mengulang dari awal. Siklusnya begitu. Percintaan menjadi seperti perjud*an yang hasilnya ga senilai investasinya, ga jelas, menurunkan nilai yang semestinya luhur dan indah. Mudah-mudahan percintaan kamu ga seperti itu.

Bolehkah aku tanya sesuatu lagi, manakah yang ada lebih besar, dirimu atau dirinya? 
Dirimu untuknya atau dirinya untukmu?

Bisakah kamu jawab dengan perbuatannmu? ... jangan jawab padaku tapi jawab padanya, yang kamu cinta itu.

Suatu sore, pasangan muda itu berjalan mesra berpegangan tangan. Jemari mereka bertautan. Melenggang dengan senyum terkembang indah di wajah mereka. Anehnya langkah mereka demikian serempak, mereka bagaikan satu orang yang sama, berjalan pada satu arah yang sama, dengan kecepatan yang sama.

Kamu..

Bagaimana kecepatan cintamu? samakah dengan pasanganmu?

Teorinya, gayung bersambut, langkah seiring, satu hati pada satu komitmen yang disepakati. Membuat kamu dan pasanganmu mampu berjalan penuh cinta pada satu arah yang jelas. Ketika kamu lambat, pasanganmu melambat, dia menelitimu dan membantumu lebih kuat. Bila ternyata kamu tidak mampu, dia yang mengimbangimu. Dan mengambil sebagian besar beban yang memberatkanmu.

Kamu, sangat terluka. Menderita melihat beban yang dipikul pasanganmu. Dan bersumpah untuk berusaha lebih kuat agar tidak menghambat laju langkah kalian berdua. Dengan senyumnya yang indah, dia yang kamu cinta itu ternyata memahami tekadmu, seraya mengatakan "tidak apa-apa, jangan terlalu memaksakan diri" ... tiada kata yang bisa kamu ucapkan, selain berterima kasih dalam hati. ... kamu rasakan cintamu mengeras, dalam kerasnya cintamu bersinar, cahaya kesetiaan dan cinta itu.. kini terpancar walau tanpa kata terucap.

Dan nampak wujudnya dalam kesungguhan hidupmu. Itu, disaksikan oleh dia yang kamu cintai. Semakin sungguh-sungguh kamu berusaha, dia yang kamu cintai semakin khawatir, dia menjadi semakin halus dan lembut, seolah mengatakan "tenanglah, i got your back.. no worries, kita berjalan pelan-pelan"

Padahal.. dia ada disana dan kamu ada disitu.. tapi nyata rasanya, bahwa dia selalu ada disampingmu.. demikian dekat. Wajah senyumnya, dan pengorbanannya terbayang selalu.. menjadi inspirasi dan kekuatanmu sepanjang hari. 

Langkah cepatnya tidak membuatmu terseret, karena kamu terbawa cepat, seolah berjalan cepat dalam pelukannya. Padahal dia yang kamu cinta, ternyata tidak hanya membawa dirinya.. diapun membawa keluarga dalam pelukannya. 

Kamu semakin menyadari, bahwa dia yang kamu cinta memang seorang pecinta. Dirinya hanyalah cinta bagi yang lain. Kesadaran ini membawamu semakin tenang dalam pelukannya, dan merasa sungguh beruntung.. seraya bergumam "aku akan mencintaimu selamanya"

...

Banguuuun!! .. adikmu yang keheranan memandang lekat, dengan kening berkerut-kerut, nampan ditangannya tampak bergetar...

Ini, kata Ibu sarapan dulu.. cepet ambil.. berat nih...

Kamu sadar.. kamu adalah seorang kakak yang memalukan..

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

English German French Arabic Chinese Simplified We use cookies to improve your experience. By your continued use of this site you accept such use. Thank You.